Lentera Cerita: Bulan Ramadhan

Lentera Cerita kembali hadir dengan kisah baru dari kelas VII C yang penuh makna, yang siap menemani dan menginspirasi. Disetiap rangkaian kata yang tertulis, tersimpan pesan kehidupan yang mengajak kita merenung, memahami, dan melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda. Semoga cerita kali ini dapat membawa manfaat bagi para pembaca.

“Bulan Ramadhan”

✍️ Karya: Millati Hanifa — Kelas VII C

DAFTAR ISI:

  1. Toleransi Antar Agama 
  2. Datangnya Bulan Ramadhan
  3. Puasa?
  4. Buka Bersama
  5. Menyambut Hari Raya Idul Fitri

📖Selamat membaca

TOLERANSI ANTAR AGAMA 

     Di tengah perkotaan terdapat taman bermain yang sering di datangi banyak anak kecil.   

Di  taman tersebut terdapat beberapa anak sedang bermain bersama,Arsen,Ganessa,Limey,

Nicole,Rania dan Zaidan.Panas membubung tidak menghambat waktu bermain mereka.

     Mereka ber enam berteman beda agama,Arsen dan Ganessa Kristen,Rania dan Zaidan Islam,

Limey dan Nicole Konghucu.Mereka berteman dengan rukun tanpa membeda-bedakan.

“Kalian berdua seminggu lagi puasa ya?”   Tanya Limey pada Raina dan Zaidan.

“Iya Limey,seminggu lagi orang Islam akan melaksanakan puasa”  jawab Zaidan  “eh,Limey dan 

Nicole hampir merayakan Imlek juga bukan?”  

“iya! Betul! Aku sangat tidak sabar!”  jawab seru Nicole.

“Ayo jelaskan pada kami Imlek itu seperti apa?”  Tanya Arsen penasaran.

“Imlek itu perayaan tahun baru Tionghoa , saat hari itu kita orang yang memiliki darah orang 

 Tionghoa akan melakukan kumpul keluarga ,berbagi angpao,dan berdoa bersama.”  jawab 

panjang lebar Nicole.

“Imlek itu tidak berbeda jauh dari hari  raya Idul Fitri dan Natal.”

“Oh gitu”  jawab kompak Arsen,Ganessa,Rania,dan Zaidan.

“Kita orang Kristen juga bakal ngerayain hari raya juga lho!”  Beritahu Ganessa dengan lantang.

“oh iya ya!Aku hampir lupa!”  Ucap seru Arsen membuat mereka kaget.

“Hih!Arsen nih,ngagetin aja!”  Ucap mereka kompak.

“Emang orang Kristen hampir ngerayain apa?”  

“Nanti orang Kristen bakal ngerayain hari Rabu Abu”

“Iya,Rabu Abu itu hari suci untuk menandai masa prapaskah .Nanti orang Kristen dan Katholik

Bakal puasa juga” 

“Puasanya kayak orang Islam?”

“Enggak,beda kan kalo Islam pusanya dari matahari terbit hingga tenggelam,tapi kalo puasa 

Rabu-Abu ini tu hanya boleh makan kenyang satu kali sehari”  Jelas Ganessa.

     Tidak hanya sebatas taman bermain yang berisi ayunan dan seluncuran,taman juga dapat di 

Jadikan sumber ilmu.Devinisi mencari ilmu di manapun kalian berada.

Suasana taman terasa sangat bermanfaat bagi mereka  seorang anak yang sedang mencari

Pengetahuan. 

“Jadi gak sabar deh, Solat tarawih naik barongsai”  Ujar Zaidan.

“HAHAHA”  Gemuruh tawa mereka meledak seketika saat mendengar celetuk Zaidan.

     Langit barat mulai berubah warna menjadi oranye kemerahan, Pertanda matahari

Segera terbenam dan waktunya mereka pulang kerumah masing-masing.

DATANGNYA BULAN RAMADHAN

“Mah, besok uda mau puasa ya?”  Tanya Rania.

“Iyha sayang, besok mau sahur apa?”  Jawab mama Rania.

“Terserah aja mah, yang penting en…….”

“Raniaaa! Ayo keluar, main petak umpet di taman bermain!”  Teriak teman rania ; 

Memotong ucapan Rania dari luar pagar rumah.

“hehe nanti lagi aja ya mah, aku mau main dulu, dada mamah” Rania sontak berlari keluar rumah.

“hati-hati Rania sayang!” 

     Anak-anak berlarian kesana kemari mencari tempat sembunyi. Ada yang di balik semak,ada

Juga yang menghitung.

“Satu,dua,tiga,empat….” 

     Setelah selesai bermain mereka beristirahat di gazebo.

“Nicole,Limey, ayo ceritakan ke kami saat kemarin kalian merayakan hari raya imlek” Minta Arsen.

“Iya ayo ceritakan!” 

“Aku dulu ya,jadi kemarin keluarga besar ku kumpul terus kita makan-makan gitu,terus aku di kasih angpao”  cerita Nicole

“Kalau aku kemarin dapet angpao banyak banget,mana tebel-tebel lagi,seneng banget kemarin aku” Cerit Limey.

“Wih berarti kalian lagi banyak uang nih” 

“Iya donk!” Jawab kompak Nicole dan Limey.

     Angin kencang membuat rambut mereka beterbangan awan gelap menutupi matahari. Angin menerbangkan dedaunan yang berada di sana. Hujan rintik turun bergantian dari langit mengenai tanah. Anak-anak berlarian pulang  kerumah masing-masing.

“Akhirnya aku sampe rumah”  Ucap Rania terengah-rengah. 

“ya Allah sayang!”  Mama Rania keluar kamar mendengar suara dobrakan pintu.

“hehehehe”

“Malah ketawa, mumpung kamu pulang belum hujan”

Gemuruh suara petir menggelegar.

“Mah nanti malam mulai sholat tarawih ya?”  Tanya Rania

“iya, kamu mau ikut?”

“iya!”

     Malam tiba,adzan berkumandang terdengar samar-samar di antara kebisingan kota. Dari menara masjid, suara itu bersahut-sahut dengan riuh langkah kaki warga-tua, muda, dan anak-anak yang bergegas membawa sajadah, menghidupkan kembali kerinduan setahun silam

     Setelah tarawih, suara tidak lantas tenang. Obrolan hangat antara anak dan ayah di dalam rumah. Aroma masakan Mama Rania yang mulai tercium dari dapur.

“Ayo cepat bangun! Bangun sahur…. Sahur”  Teriak anak-anak muda membangunkan warga dengan keliling komplek melalui pengeras suara.

PUASA?

     Waktu istirahat di sekolah. Udara sangat panas. Anak-anak tampak lesuh.mereka bergelombolan di depan kelas. Yang lain bediri atau jongkok,atau duduk di lantai bersandar di tembok kelas.

“Aduh……maaak…..aku lapar!”  Keluh Zaidan sambil memegang perutnya,anak paling jahil di antara teman-teman.

“kits berdua nggak”  canda  Nicole dan Arsen.

“kan kalian berdua gak puasa….!!”

“hehehe…”

     Didalam kelas kita tidak ada siswa yang berlarian kesana kemari,tidak sepeti biasanya.kelas terasa sunyi. Mulai dai bangku ujung hingga ujung hanya terlihat anak-anak yang lesuh, namun, tidak dengan Limey dan Ganessa, mereka asik bermain tanpa mengenal lesu.

“eh boleh minum gak si?” Tanya Limey, mereka sudah lelah bermain.

“Boleh sih,tapi kan kita harus menghargai”  jawab Ganessa.

“Kayaknya boleh,tapi kita harus ngumpet”

“Yaudah ayo minum di bangku  pojok sana.”

Saat mereka hendak meminum , Rania melihat mereka.

“Dasar ya kalian berdua!”  Sebel Rania.

“Hehehe,izin ya Ran”  Mereka melanjutkan aktivitas mereka.

     Lima hari menjalani puasa sudah berlalu.Seperti siswa pada umumnya ,kali ini mereka 

Mendapat tugas kelompok.

“Kita mau ngerjain tugas kelompok kapan?”  Tanya Rania sebagai ketua kelompok.

“Nanti pulang sekolah aja”  Saran Arsen.

“Jangan siang!Aku gak punya tenaga!”  Elak Zaidan.

“Yaudah kita buatnya nanti malam aja,jam 7.”  Saran Limey.

“Nah kalo ini aku setuju”  Ucap Zaidan.

BUKA BERSAMA

     Tidak kerasa puasa tinggal dua minggu lagi.Bukannya orang Islam yang buka 

Bersama namu ini malah sebaliknya,Ganessa dan Limey meminta mereka ber 6 

Buka bersama di rumah Rania.Sangat aneh bukan?

“Ayo lah kita buka bersama”  Minta Ganessa dan Limey.

“Kan yang puasa aku sama Zaidan,kok kalian sih yang minta buka bersama.” 

 Heran Rania.

“Aku pengen makan bersama aja”  Alasan Limey dan Rania,Zaidan dan teman-teman non-muslim,Arsen,Ganessa,Nicole dan Limey,duduk di meja makan rumah Rania. Rania sedikit canggung karena mereka bukan muslim,tapi mereka bersama.

     Suara adzan maghrib berkumandang, Rania dan Zaidan membuka puasa dengan kurma dan air putih. Arsen dan Nicole penasaran,”apa yang kamu lakukan?”  Tanya mereka.

     Zaidan menjelaskan tentang tradisi buka puasa. Mereka berceita tentang perayaan natal dan imlek. Dari balik tembok, mama Rania mersa terharu melihat mereka bisa menghargai dari kecil, persabatan bisa menyatukan perbedaan.

MENYAMBUT HARI RAYA IDUL FITRI

     Hari Raya idul fitri tiba, suasana penuh kegembiraan. Rania pulang kampung untuk merayakan bersama keluarga. Saat tiba, dia langsung mengingat apa kata teman-temanya. 

“nanti kalo kamu udah sampai kampong, jangan lupa telepon kami”

     Dia langsung membuka tasnya dan mencari handphone mamahnya 

“hallo” sapa Rania.

“ hai Rania, sudah sampai?”  Tanya Ganessa.

“Rania dan Zaidan! Selamat hari raya idul fitri!”

Seru Arsen dan Nicole bersamaan.

“iya, makasih yaa”

“eh mau tau gak, tadi malam pas aku lagi di perjalanan, disetiap jalan aku lihat petasan, bagus banget, nanti kalo uda balik ke kota kita main kembang api yok”  cerita panjang Rania.

“iya ayok!”  Minta semua. 

“Rania dan Zaidan cepat balik ke kota yaa! Aku sudah sangat pengen! Ayo cepet pulang” jelas Arsen.

Semuanya tertawa mendengar ucapan Arsen yang sangat aneh itu.

yaudah ya, dada semua, maafin aku ya kalo ada salah” 

“aku juga”  minta Zaidan dan Rania bersamaan.

“iya, kita juga” 

Telepon berakhir, Rania kembali kumpul bersama keluarganya.

-SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI-

“Pebedaan agama bukanlah penghalang untuk besahabat. Jadikan suatu pebedaan untuk  pelajaran bukan perpecahan “

Setiap kisah selalu menyimpan makna yang berbeda. Semoga kisah kali ini dapat menginspirasi langkah kita ke depan

✨ Lentera Cerita
Kisah penuh makna yang menghangatkan hati dan menuntun jiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *