Lentera Cerita: Perubahan Sikap Dino di Bulan Ramadhan
Lentera Cerita kembali hadir dengan kisah baru dari kelas VIII C yang penuh makna, yang siap menemani dan menginspirasi. Disetiap rangkaian kata yang tertulis, tersimpan pesan kehidupan yang mengajak kita merenung, memahami, dan melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda. Semoga cerita kali ini dapat membawa manfaat bagi para pembaca.
“perubahan Sikap Dino di Bulan Ramadhan”
✍️ Karya: Intan Dwi Rizkiani — Kelas VIII C
Selamat membaca
Di sudut Kota, terdapat Desa terpencil yang bernama Desa Mola. Desa Mola terkenal dengan orang-orangnya yang paham dan taat akan agama. Saat bulan Ramadhan tiba, suasana di Desa Mola menjadi lebih indah. Setiap sore banyak anak-anak yang gemar mengaji di mushola setempat. Para warga berlomba-lomba melakukan kebaikan, baik berupa sedekah, maupun yang lainnya.
Di Desa itu hidup seorang anak laki-laki yang bernama Dino. Bukannya memperbanyak pahala saat bulan Ramadhan tiba, Dino justru menghabiskan waktunya untuk tidur sepanjang hari untuk menutupi rasa lapar dan hausnya. Ia lebih memilih untuk bermalas-malasan di kamar daripada mengerjakan amal kebaikan. Sungguh rugi orang yang pada bulan Ramadhan hanya bermalas-malasan, padahal jika kita mengerjakan satu amal kebaikan saja, pahalanya akan dilipat gandakan.
Suatu hari, ibunya berkata “Dino, apa kamu nggak bosan cuma tidur seharian di kamar?” Dino yang ingin segera beranjak tidur pun menjawab dengan berkata “Dino nggak bosen kok bu, lagian kalo Dino nggak tidur perut Dino keroncongan terus bu, laper.” Ibunya yang mendengar keluhan Dino menggelengkan kepalanya. Ibunya lalu menasihati dengan berkata “Dino, kamu tau nggak? Saat bulan Ramadhan tiba, amal kebaikan yang kita lakukan akan dilipat gandakan pahalanya lho, bahkan bisa 10 kali lipat sampai 700 kali lipat!”
Dino yang mendengarnya terkejut dan berkata”serius bu? Masa sampe sebanyak itu? Apa jangan jangan ibu bohong ya?” Ibunya lalu berkata “ibu tidak berbohong Dino!” Dino lalu menjawabnya “wih keren banget dong, yaudah deh mulai sekarang aku bakal rajin bersedekah di mushola dan rajin tadarusan di rumah” Di tengah teriknya matahari siang, Dino diminta oleh ibunya membeli bahan masakan. Dino pun berangkat untuk memenuhi permintaan ibunya. Di tengah perjalanan, ia melihat banyak orang yang tetap semangat bekerja di bawah terik sinar matahari meski sedang puasa. Dino berkata dalam hati “mereka yang puasa aja panas-panasan kuat, sementara aku pas puasa cuma bisa tidur di rumah.”
Sesampainya dirumah, Dino menaruh bahan masakan di atas meja dan berkata “bu, tadi aku liat banyak orang yang kuat kerja di bawah sinar matahari, padahal mereka lagi puasa.” Ibunya menjawab “ya harus kuat dong, jangan karna puasa jadi nggak ada tenaga buat aktivitas.” Dino tertunduk, menyadari kesalahannya. Dino berkata “bu, maaf ya selama ini aku pas puasa cuma tidur di kamar, mulai sekarang aku janji bakal rajin sedekah, tadarusan, dan bantu ibu bersih bersih rumah.” Ibunya menjawab “akhirnya anak ibu sadar juga, ibu pegang ya janji kamu, harus lakuin semua yang udah kamu sebutin tadi.” Dino tersenyum dan berkata “iya bu, Dino mau berubah mulai sekarang.”
Sejak saat itu, Dino tidak lagi menghabiskan waktunya untuk bermalas-malasan seperti dulu. Dino rajin membantu kedua orang tuanya, rajin bertadarus, rajin bersedekah, dan melakukan amalan amalan lainnya. Sejak saat itu juga, Dino mulai sering mengaji di mushola bersama teman-temannya. Setelah melakukan amal kebaikan tadi, Dino sadar bahwa hatinya jauh lebih tenang. Dino yakin amal kebaikan yang ia lakukan akan dilipat gandakan pahalanya.
Nah, dari cerita ini kita bisa belajar bahwa di bulan Ramadhan yang penuh rahmat dan berkah ini, janganlah kalian bermalas-malasan. Lebih baik kita mengerjakan amal kebaikan, karena pahalanya bisa dilipat gandakan dari 10 kali lipat hingga 700 kali lipat. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh ampunan, inilah saatnya memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dari kisah ini kita belajar bahwa orang pemalas bisa jadi orang rajin karena kesadaran diri masing-masing.
Setiap kisah selalu menyimpan makna yang berbeda. Semoga kisah kali ini dapat menginspirasi langkah kita ke depan
Lentera Cerita
Kisah penuh makna yang menghangatkan hati dan menuntun jiwa
